Review

Pengganti Noah dan Nav1 Berjuluk ‘Baby Alphard’ | REVIEW TOYOTA VOXY 2018

Pengganti Noah dan Nav1 Berjuluk ‘Baby Alphard’ | REVIEW TOYOTA VOXY 2018

By Wahyu Perdana Putera

Meskipun adalah model baru Toyota, Voxy sebenarnya bukanlah mobil yang benar-benar baru. Dahulu Toyota sempat menyegarkan eksistensi Toyota Noah di Indonesia dengan menghadirkan Nav1 yang diperkenalkan Toyota pada 2013. Voxy merupakan generasi penerus dari Nav1 dengan mengusung nama baru dengan bahasa desain yang sporti.

Di Jepang, nama Noah tetap dipertahankan. Tetapi untuk versi yang lebih sporti mengusung nama Voxy. Antara Noah ke Voxy kira-kira sama silsilahnya seperti Alphard ke Vellfire. Satu model mobil, namun beda wajah dan nama.

Voxy yang dibawa Toyota ke Indonesia memiliki kode bodi R80. Secara generasi, mobil ini merupakan Noah generasi ketiga.

R80 sebenarnya bukan platform baru Toyota, tetapi sudah digunakan kira-kira pada 2012. Versi yang dihadirkan di Tanah Air ini adalah facelift Voxy di Jepang yang diperkenalkan di Negeri Sakura pada Juli 2017.

Eksterior Toyota Voxy 2018-min-min.jpg
Toyota Voxy
Voxy merupakan generasi penerus dari Nav1 dengan mengusung nama baru dengan bahasa desain yang sporti.
Rating Keseluruhan: 3,5 /5 Bintang
Desain Interior 4 Bintang Spesifikasi Mesin 3 Bintang
Desain Eksterior 4 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 3 Bintang
Fitur Kendaraan 3 Bintang Harga Untuk Kualitas 4 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.

Eksterior Toyota Voxy 2018

  Toyota Voxy 2018 memiliki kabin dan bagasi yang sangat luas

Toyota Voxy 2018 memiliki kabin dan bagasi yang sangat luas

Toyota Voxy memiliki dimensi tinggi 1.835 mm dan lebarnya 1.735 mm. Angka yang lebih besar tinggi ketimbang lebar ini mirip proporsi yang diterapkan Nissan pada Serena. Bukan sekadar soal proporsi desain, dampaknya pun positif pada luasnya ruang kabin

Tampang Voxy dari depan sangat atraktif, bahkan lebih enak dilihat dibanding Vellfire yang banyak disebut sangat Transformers-esque.

Ciri khas desain Voxy terlihat dari gril atas yang hanya mengandalkan satu garis krom dan menyambungkan kedua lampunya yang sipit.

Sama seperti ciri Vellfire, gril utama Voxy berukuran sangat besar hingga memberikan karakter agresif, meski masuk kategori mobil keluarga.

Masih di fasia depan, bukan hanya positioning lamp yang mengadopsi LED. Lampu utama mobil pun sudah proyektor LED. Kemudian untuk lampu jauh (high beam) dan lampu kabut (fog lamp) juga sudah full LED.

Garis-garis bodi pada bagian samping mobil kini lebih tampak, membuat Voxy menjadi lebih berkarakter dan pada window line sudah dilapis aksen krom.

Pada sisi mobil, bedanya dari Vellfire adalah Velfire menyembunyikan railing pintu geser elektriknya. Voxy tidak meniru trik ini. Aksen floating roof berupa kaca pilar C yang tersambung hingga stoplamp benar-benar memberikan kesan dinamis pada mobil.

Buritan mobil pun tampil aduhai dengan lampu stop yang juga mengusung LED. Menyempurnakan desainnya yang agresif, Toyota tetap mempertahankan spek velg 16 inci dual-tone dengan dibalut ban gres Toyo Proxes.

Spesifikasi Eksterior Toyota Voxy 2018

Fitur Elegant aero package
AW-inspiring belt line
LED headlamp dan stoplamp
Ground clearance tinggi
Dimensi Panjang 4.710 mm
Lebar 1.735 mm
Tinggi 1.835 mm (dengan roof rail)
Wheelbase 2.850 mm

Interior Toyota Voxy 2018

  Penampakan desain interior Toyota Voxy 2018 dengan beberapa aksen piano black dan bahan kulit.

Penampakan desain interior Toyota Voxy 2018 dengan beberapa aksen piano black dan bahan kulit.

Kubah di atas stir Voxy hanya berisi MID. Panel instrument cluster lainnya terpisah di sisi di depan driver. Pemandangan utama di dashboard adalah head unit dengan layar sentuh 8 inci, meski ukurannya lebih kecil dibanding versi yang dipasarkan di Jepang.

Visibilitas yang ditawarkan Voxy luar biasa, luasnya pandangan ke depan. Kombinasi warna dark brown dengan hitam memberi presensi mewah, apalagi karena penggunaan jok kulit sebagai peranti standar.

Voxy mendapat double moonroof. Stir tampak elegan dengan aksen kayu dan deretan tombol untuk berbagai fungsi, dari audio hingga cruise control. Stir pun bisa diatur dengan fungsi tilt dan teleskopik.

di belakang muat untuk tiga penumpang hingga tersedia seatbelt 3-titik dan headrest adjustable yang bisa dilepas untuk penumpang ketiga di tengah.

Pada baris ketiga, Voxy menawarkan ruang kaki yang lega meski ruang kepalanya tergolong pas-pasan. Tetapi kursinya muat untuk 3 penumpang.

 

Performa Toyota Voxy 2018

  Toyota Voxy 2018 dibekali mesin 3ZR-FAE berkapasitas 1.987 cc.

Toyota Voxy 2018 dibekali mesin 3ZR-FAE berkapasitas 1.987 cc.

Bermain di kelas MPV mewah, Toyota Voxy dibekali dengan mesin tipe 3ZR-FAE berkapasitas 1.987 cc dan disandingkan dengan transmisi otomatis (CVT). Mesin ini sama seperti Nav1 lawas dengan konfigurasi 4-silinder, 16 katup, DOHC. Tenaga yang dihasilkan 152 PS dengan torsi 19,7 Kgm.

Spesifikasi Mesin Toyota Voxy 2018

Jenis/tipe 3ZR-FAE
Jumlah silinder 4
Jumlah katup 16
Isi silinder 1.987cc
Transmisi CVT
Daya maksimum 152 PS/6.100 rpm
Torsi maksimum 19,7 Kgm/3.800 rpm
Distribusi bahan bakar Electronic Fuel injection

Fitur Toyota Voxy 2018

Fitur Smart Key cukup memudahkan dalam pengoperasian pintu mobil. Electric sliding door juga memberikan kemudahan akses untuk baris kedua dan ketiga dan hadirnya dual moonroof memberikan pemandangan unik selama perjalanan.

Pengemudian mobil didukung cruise control untuk kenyamanan dalam perjalanan jauh. Dari sisi keamanan, 7 SRS airbag, VSC, Hill Start Assist dan Emergency Brake Signal memastikan perlindungan prima.

Kelebihan Toyota Voxy 2018

  • Desain ciamik
  • Kabin lega
  • Fitur kenyamanan lengkap
  • Fitur keamanan melimpah

Kekurangan Toyota Voxy 2018

  • Masih pakai mesin Nav1 lawas
  • Beberapa fitur versi Jepang dihilangkan

Semakin Lengkap Menginjak Generasi Ke-2 | REVIEW SUZUKI ERTIGA 2018

Semakin Lengkap Menginjak Generasi Ke-2 | REVIEW SUZUKI ERTIGA 2018

By Dimas Hadi

Ini adalah Suzuki Ertiga generasi kedua. Setelah tujuh tahun low MPV besutan Suzuki ini beredar, akhirnya generasi penerusnya muncul. Bukan cuma facelift atau sekedar ganti aksesoris saja, Suzuki Ertiga 2018 adalah generasi baru sepenuhnya mulai dari eksterior, interior dan bahkan mesinnya.

Kalau dulu varian Ertiga ada cukup banyak, GA, GL, GX, Dreza GL dan Dreza GX serta Ertiga Diesel Hybrid, sekarang di generasi kedua ini baru ada 4 saja. Ya, sementara ini untuk varian Dreza dan Diesel discontinue dulu dan belum ada kejelasan lebih lanjut lagi kapan kedua varian ini muncul generasi anyarnya.

Suzuki Ertiga 2018 tersedia mulai dari tipe GA yang paling rendah, GL, GX dan GX ESP yang paling tinggi. Masing-masing varian ada transmisi manual dan otomatis, kecuali di GA yang cuma manual saja.

Suzuki Ertiga 2018-min.jpg
Suzuki Ertiga
All New Ertiga 2018 tampil dengan penyegaran pada sisi eksterior dan interiornya serta spesifikasi dapur pacu yang total berubah.
Rating Keseluruhan: 4,1 /5 Bintang
Desain Interior 4 Bintang Spesifikasi Mesin 4 Bintang
Desain Eksterior 4 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 4,5 Bintang
Fitur Kendaraan 4,5 Bintang Harga Untuk Kualitas 4 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.

Eksterior Suzuki Ertiga 2018

Facia Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Mulai dari facia depan, grill Suzuki Ertiga 2018 ini boleh dibilang cukup kecil untuk mobil kekinian. Tapi hal tersebut bisa tertolong berkat lis horizontal krom yang kini lebih tipis dan disisipkan banyak lis pendek untuk memunculkan kesan 3 dimensi. Di dekat grill, lampu Suzuki Ertiga juga jadi jauh lebih pipih bentuknya. Radiator grill pun sama kecilnya, namun terintegrasi ke housing foglamp dengan lekukan yang cukup tegas, alhasil kesan muka jadi lebih padat.

Suzuki Ertiga 2018 juga menyisakan detil yang unik, insert plastik pipih di depan pilar A seakan mau menegaskan ada bentuk tajam. Di samping, lekukan yang paling terlihat ada di garis yang ditarik dari lampu belakang melewati dua handle pintu ini sampe ke fender depan. Pada tipe GL handle pintu sewarna bodi dan lampu sein samping di fender depan. Pilar B sudah diberi plastik hitam doff dan pilar C menyambung ke jendela belakang untuk memunculkan kesan floating roof. Velg di semua varian sama, 15 inchi dengan model padat warna silver, lebih kecil dari Dreza dulu yang menggunakan velg 16 inchi.

Lanjut ke bagian belakangnya, model lampu belakang berdesain menekuk tajam ke tiga arah; atas, dalam dan depan. Hmm, mirip-mirip Volvo XC atau Honda CR-V. Lampu ini disambungkan dengan lis berbahan krom di varian GL, GX dan GX ESP. Wiper belakang jelas ada, tapi di seluruh varian Suzuki Ertiga 2018 ini tidak ada defogger. Di bagian belakang ini juga Suzuki Ertiga 2018 dilengkapi dengan sensor parkir.

Untuk detil lampu, lampu kecil ataun positioning lamp dan lampu jauh depan Suzuki Ertiga 2018 ini masih menggunakan halogen, lampu besarnya juga halogen tapi udah dengan proyektor. Lampu sein halogen dan di spion sudah menggunakan sein LED. Foglamp halogen tapi hanya di varian GX, dan kerennya, sekarang tombolnya udah terintegrasi.

Sedangkan lampu belakangnya, khusus varian GX sudah menggunakan lampu kecil LED bar yang memanjang mirip-mirip Volvo. Sedangkan varian bawahnya menggunakan LED yang bermodel dots. Buat lampu remnya LED dots dengan high mount stop lamp LED. Lampu sein halogen dan lampu mundur halogen.

Spesifikasi Eksterior Suzuki Ertiga 2018

Panjang Keseluruhan 4.395 mm
Lebar Keseluruhan 1.735 mm
Tinggi Keseluruhan 1.690 mm
Jarak Poros Roda 2.740 mm
Jarak Terendah 180 mm
Radius Putar Minimum 5,2 m

Interior Suzuki Ertiga 2018

Interior Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Sama seperti desain eksteriornya, interior Suzuki Ertiga 2018 ini pun mengalami perubahan total. Hal yang sama mungkin hanya pada temanya saja yang mengusung warna beige seperti edisi lawasnya. Meskipun begitu, warna jok depan kini sudah dual tone: beige dan coklat tua pada semua varian, sedangkan jok baris belakang tetap single tone.

Desain dashboard pun berubah total, model yang diusung adalah layout yang menjulang panjang ke depan mata driver dan penumpang depan. Sekilas ternyata memang mirip dengan layout dashboard Innova Reborn yang mampu memberikan kesan lebih lapang.

Seperti sebelumnya, warna dashboard juga dual tone. Khusus varian GX, ada wooden panel super memanjang pada dashboard, bagian bawah setir dan di door trim depan untuk menambah kesan mewah. Tapi menurut penilaian kami, justru panel kayu ini terlalu tampak sebuah unit aftermarket dan terlihat sebagai aksesoris saja.

Secara overall material interior memang didominasi oleh bahan plastik, tapi itu tentu saja dinilai wajar mengingat Suzuki Ertiga hanya berada di kelas Low MPV.

Detil lainnya adalah double blower masih model menjulang keluar dengan 4 ventilasi AC,  spion tengah masih full manual, sunshade-nya sederhana dan tipis, yang kanan kosong dan yang kiri hanya ada vanity mirror yang tidak ditutupi.

 

Performa Suzuki Ertiga 2018

Mesin Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Hilang sudah mesin 1.400cc Ertiga sebelumnya karena sekarang telah resmi diubah menjadi 1.500cc. Tapi bukan tipe mesin M15A yang disematkan Suzuki Swift versi sebelumnya atau S-Cross versi sekarang. Suzuki Ertiga kini dibenamkan mesin tipe K15B berkapasitas 1.462 cc, mengganti mesin tipe K14B. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 103,3 HP atau dan torsi maksimum sebesar 138 Nm. Angka ini naik sekitar 12 HP dari mesin sebelumnya. Diteliti lagi, ternyata angka tersebut pun mirip dengan tenaga hasil dari mesin Xpander dan Avanza.

Kabarnya mesin ini sudah berstandar Euro 4, dan konsumsi bahan bakar berdasarkan metode pengetesan BT2MP BPPT, diklaim mencapaik 16,73 km/liter (AT) dan 18,06 km/liter (MT). FYI, metode pengetesan ini diaplikasikan untuk mobiil kelas LCGC. Tapi yang disayangkan adalah transmisinya karena masih tergolong jadul yakni transmisi manual 5-percepatan dan transmisi otomatisnya hanya 4-percepatan torque converter.

Spesifikasi Mesin Suzuki Ertiga 2018

Jenis K15B, DOHC, VVT
Isi Silinder 1.462 cc
Jumlah Katup 16
Jumlah Silinder 4
Diameter x Langkah 74,0 x 85,0 mm
Perbandingan Kompresi 10,5
Daya Maksimum 104,7/6.000 PS/rpm
Momem Puntir Maksimum 138/4.400 Nm/rpm
Sistem Bahan Bakar Multipoint injection

Fitur Suzuki Ertiga 2018

Mulai dari luar, varian GX sudah disematkan passive keyless entry dan tombol start stop engine di dalamnya. Fitur yang baru bagi Ertiga lainnya adalah bypass AC ke cupholder di depan yang dinginnya bisa diatur sendiri. Tapi sekali lagi, fitur-fitur tersebut hanya untuk tipe GX saja, tidak tipe-tipe di bawahnya.

Soal sound dalam kabin, total speaker juga hanya 4 unit di varian paling tingginya, masih kalah dibanding Ertiga Dreza dulu yang ada tambahan tweeter-nya. Saat review ini dilakukan, sayangnya Suzuki Ertiga belum bisa dihidupkan, tapi berdasarkan brosurnya, MID bermodel monokrom, ada temperatur luar, indikator gigi dan informasi-informasi termasuk konsumsi bahan bakar dan lain lainnya.

Tuas wiper masih persis seperti dulu. Sensor parkir dua titik sewarna bodi ada di semua varian dan bisa di-nonaktifkan dengan tombol di dalam kabin. AC empat level juga bisa diatur kea rah kaki. Sayangnya tidak selengkap Ertiga Diesel dulu yang dilengkapi dengan heater, defogger dan defroster.

Double blowernya punya 4 ventilasi dan 3 level fan persis generasi sebelumnya. Jendela driver sudah auto up and down. Di tipe GX sendiri sudah ada spion lipat elektrik, tapi tipe GL dan GA belum ada.

Fitur lainnya, di bagian depan ada satu USB port, AUX input, dan power outlet. Sedangkan di varian GX ada tambahan USB port di dalam laci. Di tengah juga ada satu power outlet, tapi saying, Ertiga tidak ikut tren mobil kekinian yang menyematkan power outlet atau USB port di jok paling belakang.

Kelebihan Suzuki Ertiga 2018

  • Desain eksterior dan interior full baru tapi tetap mempertahankan karakter Ertiga
  • Kapasitas mesin lebih besar dibanding generasi sebelumnya
  • Fitur semakin banyak

Kekurangan Suzuki Ertiga 2018

  • Detil interior kurang diperhatikan, misalnya panel kayu yang kurang baik
  • Meskipun mempertahankan karakter, tapi perubahan desain interior dan eksterior justru mirip-mirip dengan merek lain
  • Transmisi jadul

Crossover Pertama di Indonesia Pada Generasi Kedua | REVIEW SUZUKI SX4 S-CROSS 2018

Crossover Pertama di Indonesia Pada Generasi Kedua | REVIEW SUZUKI SX4 S-CROSS 2018

By Wahyu Perdana Putera

Suzuki SX4 generasi pertama bisa dibilang adalah model crossover pertama yang masuk ke Indonesia. Saat itu SX4 X-Over bisa dibilang cukup sukses menjadi model yang berbeda di banding model lainnya di pasar. Versi sedan dari mobil bahkan kalah populer hingga penjualannya di-stop.

Pada generasi kedua, embel-embel X-Over lenyap dan menjadi S-Cross. Perubahan yang dibawa pada generasi kedua ini begitu menyeluruh dan pada pertama kali peluncurannya dibanderol seharga Rp246,9 juta untuk transmisi manual dan otomatis Rp259,9 juta.

Setahun berselang, Suzuki sadar wajah SX4 S-Cross kurang atraktif jika dibandingkan model lainnya yang beredar saat ini. Apalagi sebenarnya SX4 S-Cross Versi facelift pun meluncur, dengan tampang yang jauh lebih modern dan agresif serta dibekali sejumlah fitur yang tidak dimiliki model sebelumnya.

Suzuki SX-4 S-Cross 2018.jpg
Suzuki SX4 S-Cross
SX4 S-Cross telah muncul sejak 2017 silam sebagai crossover premium besutan Suzuki. Tampilan fisik SX4 terlihat lebih gagah dan stylish serta modern dari sebelumnya. Menggunakan mesin tipe M15A DOHC VVT Multipoint Injection berkapasitas 1,5 liter Suzuki SX4 S-Cross mampu menghasilkan tenaga mumpuni dalam performanya. Teknologi terbaru pun telah disematkan untuk menunjang keselamatan dan keamanan SX4 S-Cross.
Rating Keseluruhan: 2,6 /5 Bintang
Desain Interior 2 Bintang Spesifikasi Mesin 3 Bintang
Desain Eksterior 2 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 3 Bintang
Fitur Kendaraan 3 Bintang Harga Untuk Kualitas 3 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.

Eksterior Suzuki SX4 S-Cross 2018

Eksterior Suzuki SX-4 S-Cross 2018.jpg

Tampang Suzuki SX4 S-Cross dalam versi facelift makin kental dengan gaya khas Eropa. Perubahan paling kentara pada versi facelift ini adalah bagian gril yang tampak lebih dinamis dan menyatu dengan desain mobil, dibandingkan model sebelumnya.

Wajahnya makin macho berkat hadirnya headlamp yang kini berteknologi LED projector. Nuansa elegan terpancar berkat hadirnya aksen krom di beberapa titik bodi, misalnya pada bagian bezel fog lamp dan gril depan. Di bagian buritan, kesan ‘tough’ tampak dari penyematan skidplate di bawah bumper depan dan belakang bahkan samping.

Roof rail yang menjadi ciri desain dari SX4 generasi pertama juga kembali hadir di SX4 S-Cross. Velg alloy berdiameter 16 inci menyempurnakan tampilan mobil.

Spesifikasi Suzuki SX4 S-Cross 2018

Fitur LED Projector dengan DRL, Auto Leveling, & Headlights on
Fog Lamps
Roof Rails
Skid plate
Velg Alloy 16”
Auto rain sensor
4 Points parking sensor
LED Rear Combination Lamps
High Mount Stop Lamp
Dimensi Panjang 4.300 mm
Lebar 1.785 mm
Tinggi 1.595 mm
Tangki Bahan Bakar 48 Liter

Interior Suzuki SX4 S-Cross 2018

Interior Baris Depan SX-4 S-Cross 2018.jpg

Masuk ke ruang kabin, head unit 7 inci dengan layar sentuh menjadi pemandangan utama di dashboard, tepatnya di bagian di bawah kisi-kisi AC tengah yang dapat terintegrasi dengan smartphone dan bluetooth.

Material kabin pada versi facelift juga berubah dari fabric menjadi kulit. Namun, tingkat keempukan jok masih kurang, masih terasa keras untuk bisa dibilang nyaman. Headroom ruang kabin cukup oke, tetapi poin plus adalah pada legroom yang lega.

Ruang penyimpanan mobil terbilang banyak, termasuk cupholder. Tetapi untuk pendinginan ruang kabin tidak dilengkapi kisi-kisi yang biasanya diletakkan pada center console.

Pengaturan jok depan Suzuki SX4 S-Cross juga sudah dapat diatur tinggi rendahnya, tidak hanya maju mundur slide dan recline.

Performa Suzuki SX4 S-Cross 2018

Mesin Suzuki SX-4 S-Cross 2018.jpg

Suzuki SX4 S-Cross memang memiliki banyak kelebihan dari sisi fitur dan desain dari versi facelift-nya. Namun segala kelebihan mobil di aspek lainnya, seakan menutupi kekurangan utama yang banyak diabaikan konsumen di Indonesia: mesin.

Suzuki SX4 S-Cross dijejali mesin berkode M15A. Mesin ini tergolong ‘tua’ karena telah digunakan di beberapa model Suzuki yang terlebih dahulu hadir sebelumnya, bahkan termasuk SX4 generasi pertama dengan basic mesin yang masih sama. Selain dari generasi pertama SX4, M15A juga digunakan di Suzuki Swift bahkan Suzuki Aerio lawas yang sudah ada di Indonesia dari tahun 2003.

Mesin menghasikan tenaga 107 hp. Meskipun umur mesin tergolong tua, namun kinerjanya masih dapat sangat diandalkan terutama dengan hadirnya transmisi baru. Akselerasi mobil bahkan masih sangat oke dan dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Keuntungannya dari masih disematkannya mesin yang berumur ini adalah ketersediaan sparepart yang tentunya sangat melimpah di pasar.

Berdasarkan review yang dilakukan Carmudi.co.id, catatan konsumsi bahan bakar yang dapat dirapih hingga 15 km/liter.

Spesifikasi Mesin Suzuki SX4 S-Cross 2018

Jenis/tipe M15A
Jumlah silinder 4
Jumlah katup 16
Isi silinder 1.491
Transmisi Manual dan otomatis dengan Torque Converter
Sistem penggerak FWD
Daya maksimum 107 HP/6.000 rpm
Torsi maksimum 138 Nm/4.400 rpm
Distribusi bahan bakar Multipoint injection

Fitur Suzuki SX4 S-Cross 2018

Suzuki SX4 S-Cross memiliki MID canggih dengan tampilan inverted agar tidak silau di malam hari dengan berbagai fungsi dan info yang ditampilkan. Sementara head unit 7 inci yang menjadi pemandangan utama di dashboard, adalah aftermarket bukan versi yang terintegrasi. Namun headunit ini dibuat seolah-olah buatan Suzuki. Passive keyless entry dan tombol start stop juga ikut hadir.

Fitur auto AC tentu akan memudahkan sekaligus meminimalisir distraksi saat pengemudian mobil, pun halnya dengan kemudi yang dibekali berbagai macam tombol fungsional sehingga memudahkan jangkauan pengemudi.  Pada bagian stir, terdapat banyak fungsi dari fungsi audio di sebelah kiri, hingga cruise control di sebelah kanan.

Kelebihan Suzuki SX4 S-Cross 2018

  • Desain versi facelift lebih aduhai
  • Fitur melimpah bahkan dibandingkan model sekelasnya
  • Harga sedikit lebih terjangkau
  • Ground clearance tinggi
  • Karakter hatchback yang kental dengan fungsionalitas crossover

Kekurangan Suzuki SX4 S-Cross 2018

  • Mesin lawas nan tua
  • Tenaga kurang besar
  • Varian sedikit