Semakin Lengkap Menginjak Generasi Ke-2 | REVIEW SUZUKI ERTIGA 2018

Semakin Lengkap Menginjak Generasi Ke-2 | REVIEW SUZUKI ERTIGA 2018

By Dimas Hadi

Ini adalah Suzuki Ertiga generasi kedua. Setelah tujuh tahun low MPV besutan Suzuki ini beredar, akhirnya generasi penerusnya muncul. Bukan cuma facelift atau sekedar ganti aksesoris saja, Suzuki Ertiga 2018 adalah generasi baru sepenuhnya mulai dari eksterior, interior dan bahkan mesinnya.

Kalau dulu varian Ertiga ada cukup banyak, GA, GL, GX, Dreza GL dan Dreza GX serta Ertiga Diesel Hybrid, sekarang di generasi kedua ini baru ada 4 saja. Ya, sementara ini untuk varian Dreza dan Diesel discontinue dulu dan belum ada kejelasan lebih lanjut lagi kapan kedua varian ini muncul generasi anyarnya.

Suzuki Ertiga 2018 tersedia mulai dari tipe GA yang paling rendah, GL, GX dan GX ESP yang paling tinggi. Masing-masing varian ada transmisi manual dan otomatis, kecuali di GA yang cuma manual saja.

Suzuki Ertiga 2018-min.jpg
Suzuki Ertiga
All New Ertiga 2018 tampil dengan penyegaran pada sisi eksterior dan interiornya serta spesifikasi dapur pacu yang total berubah.
Rating Keseluruhan: 4,1 /5 Bintang
Desain Interior 4 Bintang Spesifikasi Mesin 4 Bintang
Desain Eksterior 4 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 4,5 Bintang
Fitur Kendaraan 4,5 Bintang Harga Untuk Kualitas 4 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.

Eksterior Suzuki Ertiga 2018

Facia Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Mulai dari facia depan, grill Suzuki Ertiga 2018 ini boleh dibilang cukup kecil untuk mobil kekinian. Tapi hal tersebut bisa tertolong berkat lis horizontal krom yang kini lebih tipis dan disisipkan banyak lis pendek untuk memunculkan kesan 3 dimensi. Di dekat grill, lampu Suzuki Ertiga juga jadi jauh lebih pipih bentuknya. Radiator grill pun sama kecilnya, namun terintegrasi ke housing foglamp dengan lekukan yang cukup tegas, alhasil kesan muka jadi lebih padat.

Suzuki Ertiga 2018 juga menyisakan detil yang unik, insert plastik pipih di depan pilar A seakan mau menegaskan ada bentuk tajam. Di samping, lekukan yang paling terlihat ada di garis yang ditarik dari lampu belakang melewati dua handle pintu ini sampe ke fender depan. Pada tipe GL handle pintu sewarna bodi dan lampu sein samping di fender depan. Pilar B sudah diberi plastik hitam doff dan pilar C menyambung ke jendela belakang untuk memunculkan kesan floating roof. Velg di semua varian sama, 15 inchi dengan model padat warna silver, lebih kecil dari Dreza dulu yang menggunakan velg 16 inchi.

Lanjut ke bagian belakangnya, model lampu belakang berdesain menekuk tajam ke tiga arah; atas, dalam dan depan. Hmm, mirip-mirip Volvo XC atau Honda CR-V. Lampu ini disambungkan dengan lis berbahan krom di varian GL, GX dan GX ESP. Wiper belakang jelas ada, tapi di seluruh varian Suzuki Ertiga 2018 ini tidak ada defogger. Di bagian belakang ini juga Suzuki Ertiga 2018 dilengkapi dengan sensor parkir.

Untuk detil lampu, lampu kecil ataun positioning lamp dan lampu jauh depan Suzuki Ertiga 2018 ini masih menggunakan halogen, lampu besarnya juga halogen tapi udah dengan proyektor. Lampu sein halogen dan di spion sudah menggunakan sein LED. Foglamp halogen tapi hanya di varian GX, dan kerennya, sekarang tombolnya udah terintegrasi.

Sedangkan lampu belakangnya, khusus varian GX sudah menggunakan lampu kecil LED bar yang memanjang mirip-mirip Volvo. Sedangkan varian bawahnya menggunakan LED yang bermodel dots. Buat lampu remnya LED dots dengan high mount stop lamp LED. Lampu sein halogen dan lampu mundur halogen.

Spesifikasi Eksterior Suzuki Ertiga 2018

Panjang Keseluruhan 4.395 mm
Lebar Keseluruhan 1.735 mm
Tinggi Keseluruhan 1.690 mm
Jarak Poros Roda 2.740 mm
Jarak Terendah 180 mm
Radius Putar Minimum 5,2 m

Interior Suzuki Ertiga 2018

Interior Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Sama seperti desain eksteriornya, interior Suzuki Ertiga 2018 ini pun mengalami perubahan total. Hal yang sama mungkin hanya pada temanya saja yang mengusung warna beige seperti edisi lawasnya. Meskipun begitu, warna jok depan kini sudah dual tone: beige dan coklat tua pada semua varian, sedangkan jok baris belakang tetap single tone.

Desain dashboard pun berubah total, model yang diusung adalah layout yang menjulang panjang ke depan mata driver dan penumpang depan. Sekilas ternyata memang mirip dengan layout dashboard Innova Reborn yang mampu memberikan kesan lebih lapang.

Seperti sebelumnya, warna dashboard juga dual tone. Khusus varian GX, ada wooden panel super memanjang pada dashboard, bagian bawah setir dan di door trim depan untuk menambah kesan mewah. Tapi menurut penilaian kami, justru panel kayu ini terlalu tampak sebuah unit aftermarket dan terlihat sebagai aksesoris saja.

Secara overall material interior memang didominasi oleh bahan plastik, tapi itu tentu saja dinilai wajar mengingat Suzuki Ertiga hanya berada di kelas Low MPV.

Detil lainnya adalah double blower masih model menjulang keluar dengan 4 ventilasi AC,  spion tengah masih full manual, sunshade-nya sederhana dan tipis, yang kanan kosong dan yang kiri hanya ada vanity mirror yang tidak ditutupi.

 

Performa Suzuki Ertiga 2018

Mesin Suzuki Ertiga 2018-min.jpg

Hilang sudah mesin 1.400cc Ertiga sebelumnya karena sekarang telah resmi diubah menjadi 1.500cc. Tapi bukan tipe mesin M15A yang disematkan Suzuki Swift versi sebelumnya atau S-Cross versi sekarang. Suzuki Ertiga kini dibenamkan mesin tipe K15B berkapasitas 1.462 cc, mengganti mesin tipe K14B. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 103,3 HP atau dan torsi maksimum sebesar 138 Nm. Angka ini naik sekitar 12 HP dari mesin sebelumnya. Diteliti lagi, ternyata angka tersebut pun mirip dengan tenaga hasil dari mesin Xpander dan Avanza.

Kabarnya mesin ini sudah berstandar Euro 4, dan konsumsi bahan bakar berdasarkan metode pengetesan BT2MP BPPT, diklaim mencapaik 16,73 km/liter (AT) dan 18,06 km/liter (MT). FYI, metode pengetesan ini diaplikasikan untuk mobiil kelas LCGC. Tapi yang disayangkan adalah transmisinya karena masih tergolong jadul yakni transmisi manual 5-percepatan dan transmisi otomatisnya hanya 4-percepatan torque converter.

Spesifikasi Mesin Suzuki Ertiga 2018

Jenis K15B, DOHC, VVT
Isi Silinder 1.462 cc
Jumlah Katup 16
Jumlah Silinder 4
Diameter x Langkah 74,0 x 85,0 mm
Perbandingan Kompresi 10,5
Daya Maksimum 104,7/6.000 PS/rpm
Momem Puntir Maksimum 138/4.400 Nm/rpm
Sistem Bahan Bakar Multipoint injection

Fitur Suzuki Ertiga 2018

Mulai dari luar, varian GX sudah disematkan passive keyless entry dan tombol start stop engine di dalamnya. Fitur yang baru bagi Ertiga lainnya adalah bypass AC ke cupholder di depan yang dinginnya bisa diatur sendiri. Tapi sekali lagi, fitur-fitur tersebut hanya untuk tipe GX saja, tidak tipe-tipe di bawahnya.

Soal sound dalam kabin, total speaker juga hanya 4 unit di varian paling tingginya, masih kalah dibanding Ertiga Dreza dulu yang ada tambahan tweeter-nya. Saat review ini dilakukan, sayangnya Suzuki Ertiga belum bisa dihidupkan, tapi berdasarkan brosurnya, MID bermodel monokrom, ada temperatur luar, indikator gigi dan informasi-informasi termasuk konsumsi bahan bakar dan lain lainnya.

Tuas wiper masih persis seperti dulu. Sensor parkir dua titik sewarna bodi ada di semua varian dan bisa di-nonaktifkan dengan tombol di dalam kabin. AC empat level juga bisa diatur kea rah kaki. Sayangnya tidak selengkap Ertiga Diesel dulu yang dilengkapi dengan heater, defogger dan defroster.

Double blowernya punya 4 ventilasi dan 3 level fan persis generasi sebelumnya. Jendela driver sudah auto up and down. Di tipe GX sendiri sudah ada spion lipat elektrik, tapi tipe GL dan GA belum ada.

Fitur lainnya, di bagian depan ada satu USB port, AUX input, dan power outlet. Sedangkan di varian GX ada tambahan USB port di dalam laci. Di tengah juga ada satu power outlet, tapi saying, Ertiga tidak ikut tren mobil kekinian yang menyematkan power outlet atau USB port di jok paling belakang.

Gray-min.jpg

Kelebihan Suzuki Ertiga 2018

  • Desain eksterior dan interior full baru tapi tetap mempertahankan karakter Ertiga
  • Kapasitas mesin lebih besar dibanding generasi sebelumnya
  • Fitur semakin banyak

Kekurangan Suzuki Ertiga 2018

  • Detil interior kurang diperhatikan, misalnya panel kayu yang kurang baik
  • Meskipun mempertahankan karakter, tapi perubahan desain interior dan eksterior justru mirip-mirip dengan merek lain
  • Transmisi jadul

Hatchback Sarat Perubahan, Impor Langsung dari Negeri Jiran | REVIEW DAIHATSU SIRION 2018

Hatchback Sarat Perubahan, Impor Langsung dari Negeri Jiran | REVIEW DAIHATSU SIRION 2018

By Dimas Hadi

Akhirnya, generasi ketiga Daihatsu Sirion 2018 resmi mengaspal di Indonesia. Ya, hatchback yang cukup menyita perhatian sejak kemunculan pertamanya ini memang sudah telah lama ditunggu-tunggu generasi terbarunya.

All New Daihatsu Sirion 2018 diimpor dari Perodua Malaysia. Tampilannya kini menjadi lebih stylish setelah mengalami beberapa perubahan mayor di sektor eksteriornya.

Bicara perubahan, sektor dapur pacu dan fitur pendukungnya pun mengalami hal yang sama. Berbekal mesin 1NR-VE 1.3L DOHC Dual VVT-i, All New Sirion 2018 ini diklaim lebih irit bahan bakar dibandingkan versi lawasnya.

Fitur pendukung lainnya, All New Daihatsu Sirion 2018 kini dilengkapi dengan keyless system, start/stop button, 2DIN Touch Screen Audio dan kamera parkir.

Daihatsu Sirion 2018-min.jpg
Daihatsu Sirion
All New Sirion kini telah masuk generasi ke tiga. Setelah perombakan model pada 2011 silam, All New Sirion kembali menjadi pilihan yang sangat layak bagi para pemilik usia muda masyarakat perkotaan. Didukung desain lebih sporty dan stylish, All New Sirion akan sangat cocok dengan performa dari mesin anyar tipe 1NR-VE 1.3L DOHC Dual VVT-i. Selain soal performa, hatchback lima penumpang ini diklaim lebih irit bahan bakar dibanding versi lawasnya. Fitur-fitur yang tersematkan di dalamnya pun sudah diperbarui seperti kebanyakan city car lainnya di Tanah Air. Hatchback besutan Daihatsu ini telah tersedia dua tipe pilihan berdasarkna transmisi; transmisi manual (M/T) dan transmisi otomatis (A/T).
Rating Keseluruhan: 4,2 /5 Bintang
Desain Interior 4 Bintang Spesifikasi Mesin 4 Bintang
Desain Eksterior 4 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 4 Bintang
Fitur Kendaraan 4,5 Bintang Harga Untuk Kualitas 4,5 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.

Eksterior Daihatsu Sirion 2018

Eksterior Daihatsu Sirion 2018-min.jpg

Mulai dari bagian depan, Daihatsu Sirion 2018 memiliki tampilan yang lebih modern dari pendahulunya. Bisa dilihat dari lampu depan yang berukuran besar dan menjorok sedikit ke bagian sampingnya. Tak hanya itu, lampu utamanya pun kini telah dilengkapi LED berpengaturan otomatis. Bukan cuma itu, lampu kabut (foglamp) dan lampu sein telah menggunakan jenis halogen.

Masih di facia depan, grill tampil lebih futuristik dengan lekukan presisi yang mengkuti alur body dan lampu utama. Demi menghadirkan kesan modern dan berkelas, Daihatsu menyematkan kombinasi warna hitam doff di bagian tengah dan list berdesain sedikit berisi dengan aksen silver di bagian bawahnya.

Melihat ke arah bawahnya, Daihatsu Sirion 2018 mengadopsi velg 15 inchi dual tone dengan ban berukuran 185/55. Detail lainnya pun bisa dilihat pada lampu sein yang mejeng di spion, handle pintu krom, dan garis bodi yang terintegrasi dari fender depan melewati dua handle pintu hingga ke lampu belakang.

Bagian belakang cukup unik. Bisa dilihat pada bagian lampu belakang yang berpenampilan letter L terbalik dan spoiler yang punya tambahan bilah warna black gloss, serta bumper bawah yang keliatan cukup agresif.

SPESIFIKASI EKSTERIOR Daihatsu Sirion 2018

All New Sirion
M/T A/T
Panjang Keseluruhan (mm) 3.895
Lebar Keseluruhan (mm) 1.735
Tinggi Keseluruhan (mm) 1.525
Jarak Sumbu Roda (mm) 2.500
Jarak pijak roda depan (mm) 1.475
Jarak pijak roda belakang (mm) 1.465
Radius Putar Minimum (m) 5,1
Tinggi Dari Tanah (mm) 150
Berat Kosong Kendaraan (kg) 980 1.000
Berat Total Kendaraan (kg) 1.425 1.425
Kapasitas Tempat Duduk 5

Interior Daihatsu Sirion 2018

Interior Daihatsu Sirion 2018-min.jpg

Sama dengan luarnya, sisi interior Daihatsu Sirion 2018 mengalami perubahan totol dibandingkan sebelumnya. Sebagai contoh, seperti pada tuas transmisi yang sudah tidak lagi tertanam di dashboard. Desain dashboard kini diberi garis lekuk lebih tegas dan facia tengah lebih dihadapkan ke sisi driver.

Secara material, tidak ada yang mengesankan pada interior Daihatsu Sirion 2018 ini. Cukup pantas dan layak untuk hatchback yang dibanderol di bawah Rp 200 jutaan.

Melihat lebih detail lagi, bahan silver gelap seperti krom dan piano black dapat di temukan di beberapa sudut interior. Head Unit-nya merupakan aftermarket dengan tombol kapasitif di sebelah kiri dan layar sentuh kurang dari 7 inchi dengan segala fungsinya (CD, USB port di bawah, Bluetooth, micro SD Card Reader. Kekecewaan mungkin bisa ditemukan jika melihat pada speakernya yang hanya tersedia 4 buah saja. Lanjut ke MID yang disematkan, lampu background biru mempercantik indikator bensin, seatbelt dan info odometer, trip meter, konsumsi bahan bakar rata-rata, konsumsi bahan bakar real time dan sisa jarak yang bisa ditempuh.

Jok Daihatsu Sirion 2018 ini bisa dinilai sangat empuk serta konfigurasinya yang slide dan recline hingga rebah serta bisa diatur ketinggiannya. Ini tentu sangat berpengaruh pada visibilitas pengemudi dan penumpang jok depan. Kendati posisi setirnya agak ke bawah dan sudut ke depannya terlalu landai, kaca depan jadi terasa sempit di posisi terendah maupun tertinggi mengemudi. Mungkin Daihatsu lebih terfokus untuk membuat jok belakang lebih nyaman. Alhasil, selain joknya yang empuk, leg-room juga jadi lebih luas sekali.

Performa Daihatsu Sirion 2018

Mesin Daihatsu Sirion 2018-min.jpg

Kemunculan Daihatsu Sirion 2018 ini sekaligus menandakan hilangnya mesin K3-VE yang tertanam pada Sirion versi lawas. Mesin baru yang dibekali kini bertipe 1NR-VE berkapasitas 1300 cc Dual VVTI.

Dengan spesifikasi mesin ini, Daihatsu Sirion mampu menghasilkan tenaga sebesar 94 HP atau 95 PS serta torsi maksimum 120 Nm. Angka tersebut mengartikan tenaga Sirion naik 5 HP dan 3 Nm dari versi terdahulunya.

Sama seperti versi dulu, mesin ini dikawinkan dengan dua pilihan transmisi; manual 5-percepatan dan otomatis yang sayangnya hanya 4-percepatan. Masih belum tahu seefisien apa mesin baru yang digunakannya ini. Tunggu ulasan test drive selanjutnya.

SPESIFIKASI MESIN Daihatsu Sirion 2018

All New Sirion
M/T A/T
Tipe 1NR-VE, DOHC Dual VVT-i
Kapasitas Silinder (cc) 1.329
Jumlah Silinder 4 silinder
Jumlah Katup 16
Diameter x Langkah (mm x mm) 72,5 x 80,5
Tenaga Maksimum (PS/rpm) 95 / 6.000
Torsi Maksimum (kg.m/rpm) 12,2/ 4.200
Sistem Bahan Bakar Electronic Fuel Injection
Bahan Bakar Unleaded Petrol
Kapasitas tangki bahan bakar (liter) 36

Fitur Daihatsu sirion 2018

Kalo Sirion lawas bisa kita bilang pelit soal fitur, tapi pada generasi terbarunya ini kita akan kagum dengan apa saja yang dibekali. Misalnya, pada lampu depan. Selain sudah LED, fitur follow me home yaitu lampu bisa tetap menyala beberapa detik setelah mesin mati meskipun kita sudah keluar dari mobil. Kamera mundur? Ada. Sensor parkir juga ada: dua di belakang dan dua di depan. Antena? Sirip hiu 'kekinian'. Wiper depan frameless, fitur auto speed sensing wiper juga telah disematkan, begitu juga wiper belakangnya. Wiper belakang bisa otomatis menyala saat kita masuk gigi mundur.

Fitur Passive keyless entry juga ada, tombol start stop engine, AC digital, dua memori buat setting kipas dan temperatur kesukaan kita, One Touch Triple Turn signal, jendela driver auto up-down, spion lipat elektrik, power outlet di depan, dan USB port terintegrasi di depan. Tidak lupa disebutkan adanya tombol pengatur audio plus tombol penjawab telpon via bluetooth, spion tengah day and night manual.

Kelebihan Daihatsu sirion 2018

  • Fitur melimpah dibandingkan versi lamanya
  • Tipe mesin dan tenaga yang dihasilkan baru dan bertambah
  • Perubahan desain eksterior cukup baik

Kekurangan daihatsu sirion 2018

  • Efisiensi bahan bakar belum teruji
  • Head Unit aftermarket
  • Tidak ada fitur Hill Start Assist pada varian transmisi otomatisnya.
 

VIDEO REVIEW daihatsu sirion 2018

MPV Menengah yang Fenomenal | REVIEW WULING CORTEZ 2018

Wuling-Cortez.jpg

MPV Menengah yang Fenomenal | REVIEW WULING CORTEZ 2018

by Dimas Hadi

Geliat model MPV Menengah terus meningkat seiring kebutuhan kendaraan masyarakat Indonesia, begitu pun dengan Wuling Cortez 2018. Sebelumnya, Wuling sebagai produsen mobil asal Negeri Tiongkok yang masih berumur jagung itu telah lebih dulu meluncurkan MPV lainnya; Confero S. MPV yang cukup menyita perhatian publik karena harganya yang sangat murah tersebut menjadi awal eksistensi Wuling di Tanah Air.

Wuling Cortez 2018 menjadi pionir pertumbuhan angka penjualan Wuling saat ini. Selain itu pun Cortez diprediksi akan menjadi lawan yang sangat berat bagi para kompetitor di kelas yang sama. Dari data yang dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baru dua bulan (Januari dan Februari 2018) peredarannya, Wuling Cortez 2018 sudah berhasil bertengger di peringkat tiga dari lima model yang bersaing di kategori MPV menengah dengan torehan 816 unit terjual di seluruh Indonesia.

Wuling Cortez 2018 telah dibekali mesin berkapasitas 1,8 liter. Layout mesin penggerak roda depan yang disandingkan dengan pilihan transmisi manual 6-percepatan dan AMT 5-percepatan ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 129 hp / 5.600 rpm serta torsi maskimum sebesar 174 Nm / 3.600-4.600 rpm.

Sekilas memang ada yang menarik yakni pada transmisinya. Wuling Cortez tersedia juga pilihan transmisi AMT atau Automated Manual Transmission. Buat yang belum tahu, AMT ini sebenarnya sudah digunakan juga di Suzuki Ignis dan Fiat 500. Sesuatu yang cukup fenomenal untuk MPV kelas menengah, bukan?

Wuling Cortez
Wuling Cortez digadang sebagai MPV berkualitas premium baik eksterior dan interiornya. Pasalnya, material terbaik telah dibekali pada setiap sudut kabinnya. Kenyamanan di dalamnya pun turut ditunjang dengan ruang yang lapang dan bergagai fitur pendukung lainnya. Beberapa media pun mengungkapkan bahwa Wuling Cortez bisa jadi MPV sejuta umat berikutnya, mengingat harganya yang terjangkau; mulai dari 220 juta saja.
Rating Keseluruhan: 4 /5 Bintang
Desain Interior 4 Bintang Spesifikasi Mesin 4 Bintang
Desain Eksterior 3 Bintang Konsumsi Bahan Bakar 3 Bintang
Fitur Kendaraan 4 Bintang Harga Untuk Kualitas 4 Bintang
Hasil rating tersebut berdasarkan pada penilaian subjektif penulis ulasan ini.
 

Eksterior Wuling Cortez 2018

  Tampilan eksterior Wuling Cortez 2018 memiliki desain lebih proper dibandingkan para kompetitornya.

Tampilan eksterior Wuling Cortez 2018 memiliki desain lebih proper dibandingkan para kompetitornya.

Dari luaran mungkin sekilas tidak tampak besar, namun nyatanya dimensi Wuling Cortez 2018 ini cukup gambot juga. Dimensi secara keseluruhan hampir mirip Toyota Kijang Innova namun agak lebih rendah. Ukuran tersebut karena konstruksinya sudah monokok alias body dan sasis sudah menjadi satu. Ditambah lagi, ukuran ban yang hanya 16 inchi dinilai terlalu kecil untuk body bongsornya.

Meskipun begitu, Wuling Cortez 2018 masih dinilai memiliki desain yang lebih proper dibandingkan MPV lain di kelasnya. Desain depan Cortez yang telah mengalami facelift dari desain sebelumnya yang beredar di negara asalnya; Baojun 730. Desain eksteriornya tampak atraktif dan lebih modern berkat lis krom serta grill radiator yang panjang. Untuk lampu di bawah sudah menggunakan DRL, lampu utamanya projektor LED, fog lamp halogen, dan lampu sen juga menggunakan LED. Di lampu belakang, semuanya juga menggunakan LED. Menariknya, lampu sen belakang akan menyala jika pintu belakang dibuka.

Wuling Cortez 2018 juga diberikan tambahan 4 sensor parkir. Tidak ketinggalan juga desain wiper-nya frameless menambah kesan premium eksterior.

Spesifikasi Eksterior Wuling Cortez 2018

Wuling Cortez 1.8C Wuling Cortez 1.8L
Panjang mm 4780
Lebar mm 1816
Tinggi mm 1755 (dengan Roof Rail)
Sumbu Roda mm 2750
Tread Depan mm 1546
Tread Belakang mm 1541
Radius Putar mm 5600
Kapasitas Tangki L 52
 

Interior Wuling Cortez 2018

  Desain interior Wuling Cortez 2018 mengusung tema dual tone sehingga menghadirkan kesan premium.

Desain interior Wuling Cortez 2018 mengusung tema dual tone sehingga menghadirkan kesan premium.

Sejauh ini Wuling Cortez 2018 masih tersedia 7-seater captain seat. Belum ada bocoran apakah akan muncul juga versi 8-seater atau material non-kulit untuk joknya sebagai varian paling rendah.

Tema dual tone di dalam kabin memberikan kesan luas daripada yang sebenarnya. Kembali bicara material, meskipun menggunakan bahan yang didominasi oleh bahan soft touch tapi ada beberapa detail yang kurang rapi terutama di bagian storage tertentu.

Wuling Cortez 2018 juga masih punya fitur menarik dan rasanya tidak bisa ditemukan pada mobil lain di kelas yang sama, yaitu sunroof. Meskipun pengoperasiannya masih manual dan perlu menahan tombol untuk membuka kacanya, tapi ini “Nice!

Beralih ke bagian MID yang tersemat di Wuling Cortez 2018, tampilannya sangat mengesankan untuk mobil sekelas ini. Ukurannya yang jumbo dan tidak mengkotak alias membulat mengikuti bentuk speedometer dan takometer, sekali lagi, menambah kesan premium dengan harga ekonomis.

Isi MID berukuran 7 inchi ini terbilang sangat lengkap. Mulai dari tekanan ban individual, dua trip meter, konsumsi bahan bakar rata-rata serta real time, speedometer digital, total waktu berkendara dan jarak yang bisa ditempuh serta masih banyak lagi. Bisa disimpulkan MID di Cortez ini sangat jauh meninggalkan kompetitornya yang bermain di segmen yang sama.

Head unit 8 inchi dengan bentuk floating ala MPV mewah sekarang ini juga tersedia di dashboard depan. Meskipun isinya sangat lengkap, namun kualitas layar sentuhnya masih lebih baik ketimbang Wuling Confero S.

 

Performa Wuling Cortez  2018

  Meskipun sempat diragukan di atas kertas, mesin berkapasitas 1,8 liter ini telah menjawab tantangannya.

Meskipun sempat diragukan di atas kertas, mesin berkapasitas 1,8 liter ini telah menjawab tantangannya.

Meskipun Wuling Cortez dibekali dengan berbagai fitur premium yang melimpah, mesin 1,8 liter yang tersematkan di dalamnya di atas kertas dianggap kurang greget. Namun, tak butuh waktu lama untuk pembuktiannya, Wuling Cortez menjawab dengan sesi test drive ke dataran tinggi Bromo, Jawa Timur.

Hasilnya, dengan tanjakan rata-rata 40 derajat mampu dilewati Cortez. Memang bukan tanpa kendala, terutama saat tanjakan ekstrem dan dilanjut dengan belokan tajam. Akibatnya traksi ban belakang menjadi sangat minim dan membuat ban depan terus-menerus berputar.

Oleh karena itu, dengan keluaran tenaga masksimum sebesar 129 hp / 5.600 rpm dan torsi maskimum sebesar 174 Nm / 3.600-4.600 rpm benar-benar hanya di atas kertas. Transmisi AMT benar-benar sangat membantu Wuling Cortez menjadi mobil keluarga yang mampu melibas medan-medan ekstrem.
Untuk hasil konsumsi bahan bakarnya, melalui hasil uji tim Carmudi mencatatkan 1:9 di medan serba menanjak. Sedangkan hasil kombinasi perjalanan dalam dan luar kota (tol) tercatat 1:12.

Spesifikasi Mesin Wuling Cortez 2018

Wuling Cortez 1.8C Wuling Cortez 1.8L
Tipe Mesin 4 Cyl in-Line DOHC, VVT-i
Kubikasi cc 1798
Tenaga Maksimal Hp/rpm 129 / 5600
Torsi Maksimal Nm/rpm 174 / 3600-4600
Bahan Bakar Bensin
 

Fitur Wuling Cortez  2018

  Wuling Cortez 2018 dibekali fitur melimpah dengan harga murah.

Wuling Cortez 2018 dibekali fitur melimpah dengan harga murah.

Rasanya tidak akan ada habisnya untuk membahas fitur Wuling Cortez ini. Saking banyaknya fitur yang tersematkan, rasanya ini jadi "over spec" untuk MPV menengah dengan harga sangat miring. Mungkin lebih mudahnya bisa menyebutkan fitur apa saja yang belum ada. Kekurangan pertama belum adanya keyless entry, start-stop button, dan setir teleskopik.

Untuk safety, Cortez dilengkapi dengan 4 airbag di depan dan samping depan. Di sistem pengereman, seluruh roda depan belakang sudah menggunakan cakkram dengan ABS, EBD, BA, HHC, AVH dan ESC. Tak ketinggalan, dua titik ISOFIX pun melengkapi safety Cortez ini.


Kelebihan Wuling Cortez  2018

  • Harga murah
  • Fitur melimpah
  • Desain eksterior dan interior sangat terkesan premium
  • Konsumsi bahan bakar irit dibandingkan model lain di kelas yang sama

Kekurangan Wuling Cortez  2018

  • Performa mesin kurang bertenaga
  • Belum ada keyless entry, start-stop button, dan setir teleskopik
     
 

VIDEO REVIEW WULING CORTEZ 2018